Sumber: Eramuslim.com, Rabu, 17/12/2008 01:51 WIB
“Meloloskan undang-undang kebebasan pemakaian jilbab ini akan menjadi sebuah rogres yang besar,” ujar Mohamed Al-Zayyat dari Islamic Relief, Itali, “Undang-undang ini akan memberikan perlindungan legal kepada pemakai jilbab.” Kassab Boshti, wakil ketua Serikat Muslim Itali (Union of Italian Muslims), menimpali, “Undang-undang ini akan menjadi sebuah kemenangan dakwah di Itali jika sudah final.”
Senator Silvana Amati, seorang senator khusus yang menangani konstitusi, telah membeberkan sebuah draft undang-undang pemakaian jilbab di Itali. Dalam draft itu, yang dilarang hanya menutupi seluruh wajah, artinya dengan memakai cadar. Langkah ini menunjukan sebuah sikap toleransi pemerintah Itali kepada warga Muslim. Saat ini muslim di Itali berjumlah lebih dari 1,2 juta jiwa. 20.000 orang di antaranya adalah mereka yang asalnya kembali memeluk Islam. Golongan ini sempat beralih agama, karena lama tinggal di negeri itu
Satu-satunya kendala, dikhawatirkan akan datang dari oposisi sayap kanan Itali. Kelompok ini aktif mengumpulkan suara dari parlemen untuk menolak undang-undang tentang jilbab. Sejak tahun 2004, di negara-negara Eropa bermunculan muslimah yang mengenakan jilbab di sekolah dan wilayah public lainnya. Prancis, setelah berbagai insiden, menjadi negara Eropa pertama yang memelopori kebebasan memakai jilbab. (sa/iw)
Saturday, December 20, 2008
Itali Rancang Undang-Undang Pemakaian Jilbab
Posted by
Muslimah Berjilbab
at
4:08 PM
0
comments
Labels: berita
Wednesday, December 17, 2008
Sepuluh anugerah Ilahi
Mutiara Berserak (3)
Abu Bakar ra. mengatakan:
Apabila seseorang telah dianugerahi
Sepuluh anugerah dari Ilahi
Sungguh ia telah dilindungi
Dari malapetaka yang menyelimuti
Dan termasuk hamba yang dekat dengan Ilahi
Serat memperoleh penghargaan "orang suci"
Pertama, kejujuran abadi disertai ketulusan hati
Kedua, kesabaran sempurna disertai
rasa syukur sepanjang masa
Ketiga, kondisi fakir disertai sikap zuhud
yang selalu hadir
Keempat, tafakur tentang mahluk
disertai lapar yang mengetuk
Kelima, kegelisahan jiwa disertai ketakwaan
pada Sang Esa
Keenam, kesungguhan hati disertai
sifat rendah hati
Ketujuh, ramah tamah disertai dayang
dan penuh kasih
Kedelapan, cinta sejati disertai upaya mawas diri
Kesembilan, ilmu manfaat disertai
kemauan ntuk berbuat
Kesepuluh, iman yang teguh disertai akal yang kukuh.
Quoted from:
"Menuju Pintu Tuhan, Mutiara Berserak",
Ibnu Hajar Al Asqalani,
A. Nasikhin Syaba (terj),
Risalah Gusti, Surabaya, Agustus 2000, cet i.
Posted by
Muslimah Berjilbab
at
5:49 PM
0
comments
Labels: hikmah
