Wednesday, September 3, 2008

Bacaan Saat Shalat Tarawih

(Sumber: eramuslim.com)

Assalamualaikum ustad, ..

Saya ingin bertanya gimana tata cara shalat tarawih jika ingin shalat sendiri di rumah, ..

Untuk bacaan dan niatnya sih saya sudah mengerti, hanya jika selesai shalat biasanya imam suka membaca ayat-ayat yang saya masih kurang mengerti. Apa lagi doa di antara shalat tarawih n witir saya sangat tidak mengerti.

Tolong beri saya petunjuk cara shalat tarawih yang baik, mulai dari awal shalat hingga shalat tarawih benar-benar selesai.

Agung Catur Prasetio
agungcprasetio@yahoo.co.id
Jawaban

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Di masa Rasulullah SAW, pernah dilakukan shalat tarawih, walau pun hanya dua kali. Karena Rasulullah SAW takut shalat itu diwajibkan. Sehingga sebagian orang kemudian berpendapat bahwa shalat tarawih itu boleh dikerjakan sendirian di rumah.

Walau pun afdhalnya tetap di masjid, berjamaah dan bersama-sama dengan kaum muslimin. Karena di zaman para shahabat, apa yang pernah ditinggalkan kemudian dihidupkan lagi. Bukan hanya Umar bin Al-Khattab yang tarawih berjamaah, tetapi seluruh shahabat di Madinah saat itu, semua ikut tarawih berjamaah, di masjid, bukan sendiri-sendiri di rumah.

Lafadz dan Bacaan

Bacaa niat serta lafadz-lafadz bacaan lainnya sebenarnya tidak ada yang baku ditetapkan dalam syariah Islam. Jangankan lafadz-lafadz, lha wong berapa jumlah rakaat tarawih Rasulullah SAWpun, para ulama masih berdebat tentangnya.

Hal itu karena dahulu Rasulullah SAW disinyalir pernah melakukan shalat sunnah setelah shalat Isya' di malam bulan Ramadhan. Namun beliau hanya melakukan dua kali saja, dengan berjamaah bersama para shahabat.

Shalat sunnah berjamaah setelah shalat Isya' di masjid inilah yang kemudian dijadikan landasan shalat tarawih. Bahkan saat itu juga belum dinamakan shalat tarawih. Pokoknya para shahabat pernah melakukan shalat sunnah di malam bulan Ramadhan, dilakukan secara berjamaah, bukan tengah malam tapi setelah shalat Isya', dan dilakukan di masjid bersama Rasulullah SAW.

Tapi berapa jumlah rakaatnya, dan apa bacaan-bacaannya, gelap dan tidak jelas. Gelap dan tidak jelas inilah yang kemudian menjadi bahan silang pendapat tentang jumlah rakaat tarawih Rasulullah SAW. Bahkan sampai hari ini.

Maka kalau kita saksikan sebagian umat Islam melakukan shalat tarawih 11 rakaat dan 23 rakaat, sama sekali bukan karena mereka tidak mau mengikuti sunnah nabi, tetapi karena pada sumbernya sendiri, yaitu praktek Rasulullah SAW, terdapat ketidak-jelasan.

Jumlah rakaatnya saja tidak jelas, apalagi bacaan-bacaannya. Sehingga kita juga saksikan di tempat lain, misalnya di masjid al-Haram Makkah dan Madinah, meski mereka shalat tarawih 23 rakaat, tapi mereka tidak membaca lafadz-lafadz atau doa tertentu, seperti yang banyak dilakukan orang di sekeliling kita di negeri ini.

Tidak ada lafadz seperti ini seorang pemberi aba-aba:

Amirul mukminina sayyiduna Abi Bakrin As-Shiddiqi taradhdhau 'anhu, lalu lafadz itu disambut jamaah dengan lafadz: radhiyallahu 'anhu, wanafana fiddini waddunya wal akhirah...

Entah sejak kapan kebiasaan membaca lafadz itu di sela-sela shalat tarawih itu dilakukan, yang pasti kita tidak menemukan ketentuan ini di zaman Rasulullah SAW, bahkan tidak juga di zaman khilafah rasyidah.

Maka kalau anda tidak bisa membaca lafadz itu, sebenarnya tidak apa-apa. Toh dalam shalat tarawih, yang penting shalatnya, bukan lafadz-lafadz bacaannya.

Demikian juga dengan lafadz niat dan doa khusus yang dibaca saat shalat tarawih, semuanya tidak bersumber dari rujukan yang baku, artinya bukan bersumber dari Rasulullah SAW.

Maka boleh dibaca dan boleh ditinggalkan, sama sekali tidak mengurangi kekhusyuan qiyam Ramadhan.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

14 comments:

raja_sailonk@yahoo.com said...

assalamualikum wr wb

rhamadan kali ini saya sekarang tidak seperti sebelumnya dikarnakan saya sekarang saya sudah bekerja dan saya tidak bisa meninggalkan tempat perkerjaan saya karena itu saya dari kemaren kemaren saya mencari gimana cara berteraweh sendiri alhamdulilah saya suadah membaaca artikel anda ini dan saya ada gambaran tentang teraweh sendiri sekali lagisaya berterima kasih


waskum

ab said...

asslm wr wb..

saya harap anda mengganti nama blog ini & saya harap anda tidak menyombongkan diri dengan membuat blog yg berbau SARA ini.. saya sendiri muslimah yg taat pada ajaran agama islam tp memilih tidak berjilbab.. inilah kultur arabisasi yg makin berkembang akhir2 ini... yang memperbanyak kaum islam radikal yg berstigma negatif...
Anda bisa berpendapat seperti itu, tapi menurut saya jilbab hanya sekedar untuk menghindari nafsu laki-laki, namun faktanya banyak kaum jilbaber yang pacaran.. (seharusnya haram bukan..)
jadi tolong jangan pengaruhi kebudayaan indonesia dengan kebudayaan Arab.. juga saya harap tidak ada lagi jilbabisasi di kalangan wanita yg terkesan penindasan hak asasi wanita..
terserah pendapat anda, selama kami warga negara indonesia, kami terus mendukung pluralisme & kebudayaan, serta menolak keras budaya arab hingga menimbulkan terorisme

wassalam..
-anti islam radikal-

SUMAYYAH said...

Assalamualaikum warahmatullah,
saya berharap anda tidak mengganti judul blog anda. saya sebgai perempuan tidak keberatan dan jilbab bukan pengekangan untuk perempuan tapi busana tersempurna untuk wanita.! yang menentang mungkin dia gak pernah menelan ilmu agama tentang hukum wajib. konsekwensi kita memeluk islam adalah menaati aturan dan yang tidak itu dosa sekarang untuk tidak memakai jilbab apa anda tidak merasa berdosa dan punya agama. islam yang bagaimana yang gak mengajarkan gak pake jilbab islan jaman modern kalo ada nabinya siapa.? pake ada islam radikan sagala....
Wassalamualaikum,....

Amar said...

Marilah kita saling mengisi, media ini adalah salah satu sarana untuk berdiskusi bagi kaum muslim untuk kesempurnaan apa yang seharusnya dilakukan dan apa yang dilarang oleh Islam, bukannya saling menyalahkan.

fatimah said...

Memakai jilbab bagi wanita muslim adalah wajib hukumnya : Al Qur'an Surat Annur ayat 31. Ini hukum Allah SWT, bukan hukum buatan manusia, bukan karena kebudayaan arab, dsb.

ab, jika anda muslimah, anda wajib menaatinya. Jika anda belum mampu melaksanakannya, istighfar memohon ampun kepada Allah SWT. Bukannya dengan berkilah dengan seribu satu alasan.

Jilbab memang untuk menghindarkan pandangan pria, sehingga lekuk tubuh wantia lebih tersamarkan. Kalaupun ada wanita berjilbab tetapi masih pacaran dsb menurut anda, berarti ybs belum memahami atau mengingkari aturan-aturan yang ada di Islam

Anonymous said...

Assalammualaikum...

to AB...
saya meragukan ke Islaman anda... sorry...
cozz kata2 anda mengandung adu domba... dan memcah belah... seperti perkataan orang kafir...

karena jika anda taat beragama... pasti anda mengerti tentang hukum agama...

untuk semuanya hati-hati banyak sekali orang yang membenci agama islam ini terutama orang kafir..
salam kenal

rufianto said...

Mampir di blog ini, dan sy membaca komentar AB yg menurut sy tidak bertanggung jawab.saya mengecam perkataan anda. Anda mengaku mendalami islam?
Kata2 anda menjadi cermin bahwa anda yang pantas di cap sbgai "islam radikal", bukan pemilik blog ini

Bwt admin blog ini,tolong jangan ganti judul blog ini, dan saya tunggu tulisan anda berikutnya.
Dan tolong hapus komentar AB, karena sy menilai semua muslim yg membaca tulisanya akan gerah

mencari tuhan said...

be.. baca lagi plajari lagi, saya jga orang yg gk terlalu tau tntang agama dan hidup masih sembrono tau klo aturan jilbab mah dari Allah.

sama saya jga gk suka sama orang2 pake jilbab keterlaluan, berlebihan... udh kya ninja aja! hakaha.. saya suka ce pake jilbab yang wajar2 aja lah, tertutup tapi tetep modis kya istrinya si hanung tuh si saskya. :D klo kaum ninja mah ogah ahh, aneh.. ini Indonesia tante!!! iklim nya beda ma arab ngapain pake baju terlalu longgar ini tropis tan.. haha. Klo mau tertutup.. tutup aja sewajarnya.

jangan2 malah nanti di anggap pamer ketakwaan lagi sama orang. bikin orang jadi fitnah aja oy.. ini jga saya udh ambil dosa gara2 ngomongin tuh ninja. Tapi ya gmana lagi ANEH SIH... yg wajar2 aja lah.

abdul said...

toek AB juga nich...
Maap ya be sblum'a???!!!

Kalo yang saya tanggapi dengan hidmat dari kata2 anda... yang jelas anda tuch hanya ingin memecah belah persatuan ummat muslim...

ya kalo bisa dikatakan dengan jujur n dari hati yang paling dalam, sudah jelas2 kalo anda tuch pasti dari kaum kafirun...

yang sudah jelas ingin menggoyah kan setiap keimanan seorang mu'min...

walah kalo smua orang kayak lo smua hancur dunia ab...

isnan ali said...

hadeuuuh..... komentarnya ga' berbobot, asli pertanyaan ngeribet2in sendiri.. islam itu indah, islam itu mempermudah bukan mempersulit diri sendiri....

ente mau telanjang kek, mau pake sempak doangan kek itu kembali ke pribadi masing-masing...

intinya admin mencoba menyampaikan pesan yg seharusnya..

ribet..

Anonymous said...

islam itu adalah Agama tersempurna yang ada, tidak ada satupun aturanya yang memberatkan umat manusia, islam itu indah, mempermudah hidup manusia, dan Allah tidak pernah mendzalimi umatnya, hanya umatnya sendiri yang mendzalimi dirinya sendiri.

adapun cwe' yang berkerudung itu pacaran, mungkin saja mereka belum tahu dan tidak tahu bagaimana apa tujuan dari berkerudung itu sendiri dan mereka mungkin tidak melakukan berkerudung itu dengan hati yang tulus dan atas panggilan jiwa, maupun keinginannya berubah menjadi lebih baik. hanya Allah yang tahu.

Anonymous said...

Wah... AB wahabi yaaa... Kalau ilmu wahabi itu cuma sampai bab Sapi... Yg Halal Diharamkan, yg Haram dihalalkan...

=-? 
((
<=))>_) ψåKåKåKå

Noviarin said...

Terima kasih atas postingannya :)

Mengenai nama blog dan jilbab, apabila saudara AB terbuka mengenai ketidak sediaan menggunakan jilbab, bagi kami yang menggunakan, inilah bentuk kemerdekaan kami, untuk memilih menutup apa yang wajib untuk ditutup. Bukan karena konteks kultural. Semua tidak melulu tentang agama, tapi logis saja. :)

Tamina said...

Salam kenal,menurut saya,wanita memang diwajibkan berjilbab seperti yg telah disampaikan Allah melalui Al-Quran,namun apabila seorang wanita merasa belum mampu utk menutup aurat sepenuhnya,itu ya terserah kpda masing-masing orang,karena dosa itu ditanggung kita masing-masing perorangan...kl sdri.AB blm siap berjilbab,ya anda yg menanggung dosa anda,bkn kami. Namun yg pastinya keharusan menutup sluruh aurat sdh ditetapkan di Al-Quran. Mari kita sama-sama beristighfar dan saling introspeksi diri,jgn saling menyalahkan. Wassalam.