Tuesday, June 3, 2008

Masih Bimbang Untuk Memakai Jilbab

(Sumber: www.syariahonline.com)

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr.wb.

Pa' ustadz,saya termasuk orang yang plin-plan kadang ya-kadang tidak, kenapa yach pa'? Salah satunya adalah saya sangat ingin sekali meakai jilbab, tapi maaf saya masih agak malu dan belum siap, saya malu karna pertama saya belum bisa apa2 dlm mengaji dan pd saat inipun saya tidak mengaji dengan guru maksud saya saya mengaji sendiri, tolong pa' ustadz berikan saya jalan keluarnya, bagaimana agar saya tegas dan mampu, terima kasih pa'ustadz...

wassalamualaikum wr.wb.

Vivi Karbela
2003-10-15 13:57:33

Jawaban:

Assalamu `alaikum Wr. Wb.

Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d

Setiap orang memang berbeda-beda diperlakukan oleh Allah SWT dalam menerima hidayah. Ada orang yang begitu menerima sinar kebenaran, spontan dia menangkapnya dan menggemgam seerat-eratnya tanpa pernah mau dilepas lagi. Mereka ini adalah kelompok yang Allah SWT lapangkan dadanya sehingga sama sekali tidak ada setitik pun keraguan dalam menjalankan Islam.

Contoh dari mereka adalah istri Rasulullah SAW, Khadijah Radhiyallahu ?anha. Belum pernah dia merasa ragu dengan apa yang dibawa oleh Rasulullah SAW, apalagi menolak. Bahkan semua perhatian dan hartanya diserahkan demi kepentingan Islam. Justru Rasulullah SAW yang saat pertama menerima wahyu, masih merasa takut, berat dan merasa lemah. Khajiah saat itu berusaha memantapkan hati beliau dan meyakinkan bahwa beliau pasti bisa menjalankannya dengan baik.

Karena itu, meski Khadijah sudah wafat lama sekali, tetapi namanya tetap terukir indah di relung hati Rasulullah SAW sehingga Aisyah dan istri-istri beliau yang lain tidak bisa menutupi rasa cemburu mereka kepada Khajiah ra.

Tapi ada juga orang yang masih berpikir-pikir, ragu, bimbang dan berhitung-hitung dalam menerima kebenaran. Baginya, menyerahkan diri kepada perintah Allah SWT itu sesuatu yang berat dan harus dipertimbangkan untung ruginya. Sebagian dari dirinya mengatakan bahwa harus menjalankan agama ini, tetapi sebagian dari dirinya masih dikuasai syetan yang selalu berbisik dalam jiwa dan menghembuskan keraguan serta berjuta pertanyaan. Sehingga si pemiliki diri selalu bimbang dengan Islam. Dalam hatinya ada rasa takut dengan resiko yang membayang. Dalam jiwanya ada sisi gelap yang meminta diperhatikan.

Semua itu tidak lain adalah pekerjaan syetan yang berhasil menguasai alam pikiran dan jiwa seseorang. Dan memang untuk itulah syetan diciptakan.Seharusnya, bagi seorang muslim, syetan tidak perlu diberi hari, karena sekali diberi hati, dia akan minta rempela dan kepada.

Tentang bagaimana kinerja syetan dalam rangka menyukseskan programnya, Allah SWT sudah menceritakan dalam Al-Quran Al-Karim :

1. Syetan selalu menghembuskan rasa was-was dan ragu dalam jiwa manusia.

Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (membuat was-was dan ragu)ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia." (QS> An-Naas : 1-6)

2. Syetan selalu menghiasai keburukan dengan keindahan dan membuat angan-angan kosong.

"... dan aku (syetan) benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka, lalu mereka benar-benar memotongnya?" (QS. An-Nisa : 119)

3. Syetan selalu membuat orang terlena dan lupa kepada Allah SWT.

"Maka syaitan menjadikan dia lupa menerangkan kepada tuannya." (QS. Yusuf : 42)

4. Syetan mampu menjanjikan kebaikan bila seseorang meninggalkan agama, tai hanya janji kosong belaka.

"Dan berkatalah syaitan tatkala perkara telah diselesaikan: 'Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku sejak dahulu.' Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih." (QS. Ibrahim : 22)

5. Kalau korbannya masih bisa terbebas, maka syetan akan membuatnya takut terhadap resiko berislam, baik takut tidak punya teman, takut tidak ada yang mencintai atau segala bentuk takut lainnya.

"Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti dengan kawan-kawannya , karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kamu benar-benar orang yang beriman."(QS. Ali Imran : 179)

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

---

1 comment:

Zulyzal Samurai said...

Izin share